Peran Aktif Perempuan di Bidang Politik

Peran aktif perempuan dalam dunia politik masih minim. Untuk memperjuangkan hak dan kepentingan perempuan secara maksimal adalah dengan terlibat langsung dengan dunia politik.

Partisipasi perempuan dalam politik sangatlah penting. Sebab keberadaan mereka dapat mewakili, mengawal dan mempengaruhi agenda dan proses pembuatan kebijakan, serta turut serta dalam proses pembangunan.

Di Indonesia parpol peserta Pemilu harus memenuhi kuota 30 persen perempuan di kepengurusan DPP.

“36% perempuan yang diberikan NasDem bukti nyata bahwa NasDem memang berpihak pada kaum perempuan. Kesempatan ini harus benar-benar menjadi motivasi kaum perempuan itu sendiri agar bisa membuktikan dirinya memang mampu terjun di ranah politik,” ujar Nonny Chirilda usai mengikuti jalannya rapat pleno KPU di Gedung KPU RI, Jakarta (18/2).

Nonny Chirilda dikenal sebagai pegian seni modelling. Saat ini ia menjadi tenaga ahli Fraksi NasDem, dengan fokus di Komisi X dan penanganan wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.

Selain Nonny, kini sederet artis banyak yang merapat dengan partai NasDem untuk dapat berkiprah di dunia politik.

Nafa Urbach mengaku bergabung dengan Partai NasDem lantaran sejalan dengan prinsipnya dan ingin duduk di KOmisi VIII DPRI RI, untuk memperbaiki masalah pernikahan dini, kekerasan perempuan, dan pelecehan anak.

“Yang pasti aku punya alasan sendiri kenapa akhirnya aku mau maju jadi calon legislatif. Dan tujuan besarku adalah memperjuangkan hak-hak kaum wanita dan juga anak di Indonesia,” paparnya.

Disusul oleh pesinetron cantik Della Puspita yang menambatkan hatinya bergabung dengan Partai NasDem. Hal tersebut diungkapkan Della setelah melakukan pertimbangan dan meminta pendapat dengan keluarga. Akhirnya Della memilih Partai NasDem karena adanya kesamaan antara pola pikir dan jati dirinya dengan partai politik tanpa mahar.