Dirgahayu Indonesia ke-73 : Mencintai Indonesia dengan Kerja

Category: Suara Kebangsaan

Untuk ukuran manusia usia 73 tahun boleh jadi sudah senja, namun untuk usia suatu bangsa, usia itu masih cukup muda, belum mencapai satu abad. Perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun ini juga menjadi istimewa karena kita menjadi tuan rumah untuk Asian Games 2018.

Momen ini membanggakan bagi Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di Asia dengan pertumbuhan yang juga paling signifikan. Dunia akan menyorot Indonesia dalam perhelatan besar ini dalam lampu yang terang benderang. Kita akan menjamu kontingen dari 45 negara, melibatkan 11.000 atlet dan 5.500 official, terbesar sepanjang sejarah Asian Games. Sementara Asian Para Games akan menghadirkan lebih dari 5.000 anggota kontingen.

Atlet-atlet terbaik kita juga akan berlaga dan menampilkan kemampuan terbaik mereka yang merupakan hasil penempaan dan latihan keras selama bertahun-tahun. Persiapan Asian Games 2018 juga telah melibatkan ribuan orang yang bekerja keras demi suksesnya acara ini.

Jelang Asian Games 2018, sejumlah pencapaian membanggakan dari bidang olahraga juga patut mendapat apresiasi. Keberhasilan Timnas Sepakbola Indonesia U-16 menjadi juara turnamen ASEAN Football Federation pada 11 Agustus 2018 adalah salah satu yang membanggakan dan memberikan optimisme untuk kemajuan sepak bola kita. Juga kemenangan Lalu Muhammad Zohri yang meraih medali emas dan menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018 yang berlangsung di Tampere, Finlandia tanggal 11 Juli 2018. Sejumlah atlet muda lain juga meraih prestasi luar biasa di tingkat dunia.

Di bidang seni rupa, salah satu hadiah untuk perayaan HUT RI tahun ini adalah terwujudnya Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali setelah proses pembangunan 28 tahun. Patung setinggi 121 meter ini diniatkan untuk menjadi landmark baru bagi pariwisata di Bali dan menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Patung GWK yang dirancang perupa Nyoman Nuarta dan melibatkan ratusan seniman dan pekerja kreatif Indonesia diresmikan pada 4 Agustus lalu.

Di bidang bisnis, peringkat Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia melompat 48 peringkat selama tiga tahun menjadi posisi 72 pada tahun 2018. Peringkat Global Competitiveness Index kita naik 5 peringkat dari posisi 41 di tahun 2016 menjadi posisi 36 di tahun 2017. Kepercayaan dunia internasional terhadap ketangguhan dan prospek positif ekonomi Indonesia juga terlihat dengan Indonesia sudah mendapatkan peringkat investment grade, layak investasi, dari lembaga-lembaga pemeringkat internasional ternama, seperti Moody’s, Fitch, dan S&P.
Pembangunan infrastruktur merupakan prioritas utama dari pemerintahan saat ini . Tol laut terus kita kuatkan konektivitasnya dengan pembangunan dan pengembangan pelabuhan, yang dari tahun 2015 sampai 2017 sudah mencapai 477 lokasi. Antara tahun 2015 sampai 2017, sudah terbangun jalur kereta api yang panjang akumulatif-nya sekitar 369 kilometer spoor rel kereta, sudah terbangun 11 bandara baru, dan 397 kilometer jalan tol yang sudah operasional. Pemerintah akan membangun dan mengintegrasikan jalan Trans Sumatra, Trans Jawa, Trans Papua, yang membuka kesempatan-kesempatan baru bagi rakyat. Jalan-jalan tersebut menjadi bagian dari keberhasilan pengelolaan arus mudik Lebaran tahun ini, yang berjalan lancar, nyaman, dan penuh keriangan.

Proyek-proyek kelistrikan dengan sumber energi baru terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Sidrap di Sulawesi Selatan sedang terus mencukupi kebutuhan listrik masyarakat sehingga daerah-daerah perbatasan dan desa-desa terdepan kita akhirnya dapat menikmati aliran listrik setelah menunggu 73 tahun kemerdekaan kita.

Masih banyak lagi pencapaian kita sebagai bangsa yang membuat bangga. Memang kita pun masih memiliki banyak kekurangan di berbagai area, misalnya kemunduran dalam perihal toleransi beragama dan praktik korupsi yang masih banyak terjadi. Namun satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah fokus pada pekerjaan kita masing-masing dan berupaya melakukan yang terbaik.
Seperti slogan dari Presiden kita Joko Widodo yaitu kerja, kerja, kerja, cara terbaik untuk mencintai Indonesia memang dengan bekerja, melakukan yang terbaik di bidang kita masing-masing. Indonesia hanya dapat terwujud dari kerja keras setiap warganya yang secara sadar ingin berkontribusi untuk membuat Indonesia lebih baik. ***

Artikel terkait :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pesta_Olahraga_Asia_2018

mediaindonesia.com/amp/amp_detail/171647-pasi-bangga-zohri-jadi-juara-dunia.html

mediaindonesia.com/amp/amp_detail/177860-patung-gwk-jadi-ikon-baru-wisata-bali