Kaca Antipeluru Gedung DPR Belum Mendesak

JAKARTA (23 Oktober): Partai NasDem tidak sepakat dengan wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung DPR. Politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni meminta polemik insiden peluru nyasar di DPR RI yang mengarah pada isu relokasi lapangan tembak dan pemasangan kaca antipeluru di gedung DPR diakhiri.

“Sebelum kita berdebat apakah lapangan tembak perlu direlokasi atau tidak, lebih baik kita pikirkan dulu apakah SOP (standar operasional prosedur) yang harus dirombak total diperkuat. Kita coba evaluasi bersama,” kata Sahroni, Selasa (23/10).

Ia tak sepakat kaca gedung DPR diganti. Selain membebani APBN, sistem yang ada belum dibenahi. Kalaupun kaca DPR dilapisi antipeluru, insiden yang sama akan tetap berulang dalam bentuk lain.

“Kita harus memastikan sistem yang ada di Perbakin sudah baik. Perbakin harus membuat SOP yang lebih tegas. Solusi kaca antipeluru untuk gedung DPR hanya buang-buang APBN,” ujarnya.

Menurutnya, kasus peluru nyasar ke Gedung DPR seharusnya jangan dibesar-besarkan. Apalagi mengaitkannya dengan Pemilu 2019.

“Jangan ada yang menggoreng isu ini. Kita sudah terlalu sering menganggap hal-hal kecil menjadi lebih besar dan tak terkendali. Peluru nyasar ini bisa memicu prasangka yang besar,” katanya. (*)

 

Sumber :