Berpikir Ilmiah Lewat Menyanyi dan Bermain

Category: Perspektif

Kegiatan anak-anak sehari-hari ternyata berpengaruh besar pada kemampuan berpikir anak, demikian menurut studi yang dirilis di jurnal South African Journal of Childhood Education tahun 2018. Disebutkan, bahwa sebelum anak-anak belajar secara formal di sekolah, mereka sesungguhnya telah terlibat dalam pemikiran dan aktivitas ilmiah.

Bila diperhatikan secara saksama, sesungguhnya anak-anak mencari ilmu lewat berbagai cara yang kelihatannya sederhana, misalnya menyentuh, mencicip, memukul, menggoyang, mencoba, dan sebagainya. Kegiatan yang dilakukan anak-anak ini menunjukkan adanya kebutuhan alamiah dalam setiap anak untuk mencari permasalahan dan kemudian memecahkan persoalan tersebut.

Berdasarkan pengamatan ini, maka sangat penting menciptakan kesempatan bagi anak-anak untuk mengamati dan beraktivitas melalui permainan. Dengan bermain maka pemikiran ilmiah anak-anak dapat terangsang. Bermain memberikan ruang bagi anak-anak untuk mempelajari hal paling mendasar dari sains.

Secara lebih spesifik, bermain bebas dengan musik disebutkan juga mendorong eksplorasi ilmiah pada awal masa kecil. Kesimpulan ini didapat dari studi berdasarkan observasi terhadap anak-anak pra-sekolah di Mohadin, Afrika Selatan. Di sana, waktu bermain bebas dengan musik dilaksanakan di lingkungan yang telah disiapkan oleh pengajar, meskipun anak-anak tersebut juga memiliki inisiatif untuk mulai bermain sendiri. Ruang khusus tersebut disebutkan merangsang anak untuk bereksperimen dan menjelajahi suara melalui musik.

Musik sendiri menjadi pilihan bagi anak-anak dengan pertimbangan bahwa musik adalah salah satu alat yang bersifat alami bagi anak untuk secara mudah diakses oleh anak usia dini. Anak-anak umumnya gampang mengekspresikan pikiran, perasaan, dan keinginan. Aktivitas seni dan musik tersebut bisa memupuk perkembangan emosi, imajinasi, kreativitas, dan keterampilan motorik kasar.

Anak-anak yang diberikan kesempatan bermain dengan musik tidak hanya akan menjelajah aspek musikalitas, tapi juga menciptakan kemandirian, fleksibilitas, dan menciptakan momen-momen yang terduga. Jadi, saat musik diintegrasikan ke dalam proses belajar anak-anak, mereka didapati bisa bermain dan menjelajahi dunia ilmiah. Permainan yang terinspirasi musik akan memupuk rasa ingin tahu anak-anak terhadap sains. Dengan pemahaman ini, para pengajar pun bisa melibatkan musik saat mengajar anak usia dini dengan cara memberikan waktu bermain bebas dengan musik untuk meningkatkan minat pembelajaran ilmiah mereka.

Dalam pemikiran ilmiah, anak-anak dilibatkan dalam proses pencarian ilmu dengan cara menuntun mereka untuk membuat penemuan mereka sendiri. Pengajar menjalankan peran sebagai pihak yang menanamkan pemikiran ilmiah dengan memandang anak-anak usia dini sebagai pelajar aktif, bukan hanya sebagai penerima pengetahuan. Pengajar dapat menawarkan berbagai kesempatan untuk bereksperimen sehingga memungkinkan anak-anak untuk membangun pemahaman yang valid dan berharga dalam perkembangan intelektual yang sedang berlangsung dalam pertumbuhan anak.

Contoh sederhana, anak-anak pra-sekolah bisa mempelajari konsep ilmiah ‘momentum’ dengan bermain ayunan secara ritmis sambil bernyanyi pada saat bersamaan. Ketika ayunan mendapatkan momentum, nyanyian dipercepat agar bisa selaras dengan gerak ayunan. Saat ayunan melambat, nyanyian pun ikut melambat. Cara pembelajaran seperti ini membantu menekan dampak dari kegagalan belajar. Selain itu, anak-anak tak gampang merasa putus asa dalam memahami pelajaran. Sebaliknya, mereka justru menjadi kreatif dan ekspresif.

Agar tak hanya berhenti sebagai permainan, keterlibatan guru dalam waktu bermain bebas sangat penting. Peran guru sangat penting, karena bila tidak ada yang mengarahkan target pembelajaran yang diinginkan tidak akan tercapai. Keterlibatan pengajar tak harus lewat intervensi, namun bisa dalam menyediakan lingkungan yang nyaman, menawarkan kesempatan dan mempersiapkan murid dengan pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan bermusik. Keterlibatan pendidik akan memperluas pengetahuan siswa, selain juga dapat memberi contoh agar anak-anak dapat mengubah pengalaman bermain menjadi pengalaman belajar.

 

Artikel terkait :

https://tirto.id/energi-baik-dari-musik-cucR

https://id.wikihow.com/Melatih-Otak-untuk-Meningkatkan-Kemampuan-Berpikir

https://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2015/10/151002_vert_fut_musik_emosi