Deteksi Dini Kanker Payudara

Kanker payudara menjadi penyebab kematian tertinggi bagi kaum perempuan, terjadi pada 1 dari setiap 8 perempuan. Senjata terbaik untuk penyakit ini adalah menghentikan pertumbuhannya sejak awal. Caranya dengan melakukan deteksi dini kanker payudara.

Kanker payudara. Hanya mendengar kata tersebut saja bisa membuat banyak perempuan merasa khawatir. Lumrah saja rasa takut tersebut, sebab penyakit ini sangat berbahaya dan menjadi penyebab kematian tertinggi pada kaum perempuan. Kanker payudara adalah kanker yang terbentuk di sel-sel atau jaringan payudara. Kanker payudara dapat terjadi pada pria dan perempuan, tetapi kondisi ini lebih banyak terjadi pada perempuan.

Penyebab kanker payudara belum diketahui dengan jelas, namun ada faktor risiko utama yang menyebabkan terjadinya kanker payudara. Sering terjadi bahwa sebagian besar perempuan yang dianggap berisiko tinggi ternyata tidak menderita kanker payudara, sementara ada perempuan yang tidak memiliki faktor risiko, malah terkena kanker payudara. Faktor risiko utama yang paling signifikan adalah usia lanjut, faktor genetika dan riwayat keluarga yang memiliki penyakit tersebut. Risiko semakin meningkat bagi perempuan yang memiliki jenis benjolan payudara jinak dan bagi perempuan yang sebelumnya menderita kanker ovarium.

Seorang akan berisiko terkena kanker payudara jika nenek, ibu, bibi atau pun saudara perempuannya menderita kanker payudara. Jika ada lebih dari satu orang di keluarga Anda menderita kanker payudara, maka risiko Anda terkena penyakit ini meningkat hingga tiga kali lipat atau kebih.
Secara umum, perempuan di atas usia 50 tahun lebih mungkin terkena kanker payudara daripada perempuan yang usianya lebih muda, dan perempuan Afrika-Amerika lebih mungkin terkena kanker payudara sebelum menopause dibandingkan perempuan Kaukasia. Faktor risiko lainnya adalah kelebihan berat badan, kurang olahraga dan pola makan yang tidak sehat. Namun itu semua bisa diubah dengan membuat pilihan atau mengubah gaya hidup. Dengan menjalani gaya hidup yang sehat, Anda dapat memberdayakan diri sendiri dan memastikan risiko kanker payudara serendah mungkin.

Mencegah Kanker Berkembang
Para ahli medis menyarankan untuk melakukan pencegahan sejak dini atau sejak usia muda. Sebab hampir 25% kanker payudara didiagnosa terjadi pada perempuan usia di bawah 50 tahun. Melakukan deteksi dini kanker payudara menjadi pilihan yang baik untuk melindungi diri kita dari penyakir fatal ini.

SADARI
Rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI, merupakan cara mudah untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin. Lakukan SADARI 7 hingga 10 hari setelah menstruasi. Berikut langkah-langkah melakukan SADARI dari Yayasan Kanker Indonesia:

Berdiri tegak di depan cermin, dengan bagian payudara menghadap ke depan.
Cermati jika ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara, pembengkakan atau perubahan pada puting. Jika Anda mendapati bentuk payudara kanan dan kiri tidak simetris, itu adalah hal biasa.

2.     Angkat dua lengan ke atas, lalu tekuk siku dan letakkan tangan di belakang
kepala. Dorong siku ke depan dan cermati payudara. Selanjutnya dorong siku ke belakang dan perhatikan bentuk maupun ukuran payudara.

3.     Letakkan tangan di pinggang, condongkan bahu ke  depan sehingga payudara menggantung, dan dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan (kontraksikan) otot dada Anda.

4.     Angkat lengan kiri ke atas, dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung. Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara, lalu cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara ke puting, dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan.

5.     Cubit kedua puting. Cermati bila ada cairan yang keluar dari puting. Berkonsultasilah ke dokter seandainya hal itu terjadi.

6.     Pada posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan ke atas. Cermati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Dengan menggunakan ujung jari-jari, tekan-tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar ketiak.

Skrining Mammografi
Meski terdapat kontroversi, namun penelitian menunjukkan bahwa skrining kanker payudara dengan mammografi bisa menyelamatkan jiwa. Memang tidak bisa membantu mencegah kanker, namun cara ini dapat membantu menemukan adanya kanker sejak dini. Mammografi bisa dimulai pada usia 40.

  • Jika Anda berusia 40-44 tahun
    Anda bisa memilih untuk mulai mammografi. Penting untuk berkonsultasi pada dokter tentang risiko dan manfaat melakukan skrining mamografi pada usia ini.
  • Jika Anda berusia 45-54 tahun
    Skrining direkomendasikan 2 sampai 3 tahun sekali.
  • Jika Anda berusia 55 tahun ke atas:
    Skrining direkomendasikan 1-2 tahun sekali.

Tes Tambahan Lainnya
Jika terdeteksi benjolan atau perubahan lainnya yang mencurigakan, Anda bisa melakukan tes tambahan:

  • USG Payudara
    Merupakan pemeriksaan payudara menggunakan gelombang suara. Pemeriksaan USG dapat membedakan benjolan berupa tumor padat atau kista (benjolan berisi cairan). USG biasa digunakan untuk mengevaluasi masalah payudara yang tampak pada mammogram dan lebih direkomendasikan pada perempuan muda (di bawah usia 30 tahun).
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)
    MRI merupakan alat deteksi kanker yang lebih sensitif dari mamografi. Teknik pencitraan ini umumnya disarankan untuk perempuan yang memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara, seperti perempuan dengan riwayat kanker dari keluarga atau kecenderungan genetik.

Selain melakukan deteksi dini, kita juga dianjurkan untuk mengurangi atau mengendalikan faktor risiko kanker payudara, seperti berikut ini:
–        Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan dan biji-bijian utuh.
–        Aktif secara fisik.
–        Mengontrol berat badan (menghindari kenaikan berat badan) seiring bertambahnya usia.
–        Membatasi atau bahkan menghindari alkohol.
–        Berhenti merokok atau tidak merokok.

 

Artikel terkait :

lestarimoerdijat.com/2019/01/07/gerakan-ibu-sadari-bersama-sahabat-lestari/

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3846441/pentingnya-deteksi-dini-kanker-payudara-bagi-perempuan-muda

https://www.cermati.com/artikel/cara-jaga-kesehatan-agar-terhindar-dari-kanker