Sahabat Lestari Tangani 51 Perempuan Positif IVA

Kanker serviks masih menjadi momok paling menakutkan bagi perempuan. Namun, banyak perempuan yang mengetahui kanker serviks setelah memasuki stadium lanjut. Hal ini membuat penderita sulit untuk sembuh bahkan meninggal akibat terlambatnya penanganan terhadap penyakit. Untuk itu, Sahabat Lestari bersama dr. Tonny Soemartono Moerdijat, SpOG melakukan pemeriksaan gratis guna mengetahui ada tidaknya kanker serviks melalui tes inspeksi visual asam asetat atau IVA kepada masyarakat di wilayah Demak dan sekitarnya.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Lestari Moerdijat selaku Dewan Pembina Sahabat Lestari. Lestari Moerdijat sendiri merupakan salah satu penyintas kanker payudara. Perempuan yang biasa dipanggil Rerie ini sangat peduli terhadap kesehatan. Belajar dari pengalamannya dan Ibunya yang sama-sama penyintas kanker, Rerie tergerak untuk mengingatkan perempuan lainnya akan pentingnya kesehatan. Bersama ayahnya, dr. Tonny, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Rerie melalui Sahabat Lestari melakukan aksi cegah kanker serviks melalui tes IVA.

Acara yang berlangsung pada 16-17 Februari lalu ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Demak. Salah seorang peserta yang mengaku senang dengan adanya tes IVA gratis ini adalah Sukarni warga Demak.“Saya belum pernah tes IVA. Tapi dulu pernah ikut pap smear. Kesehatan itu penting, makanya saya ikut tes ini”.

Tes IVA sendiri efektif dilakukan, karena hasilnya cepat keluar. Sebagian besar peserta menerima hasil negatif. Sebanyak 51 orang peserta mendapat hasil positif. Peserta yang mendapat hasil positif menerima penanganan lebih lanjut dari tim medis. Namun, satu peserta positif IVA yang menolak untuk diperiksa lebih lanjut.

Berbagai hal menjadi alasan para peserta positif yang menolak untuk ditindak. Bisa jadi ketakutan yang berlebihan terhadap kanker, atau takut dikucilkan di masyarakat akibat penyakitnya. Faktor ekonomi juga bisa menjadi alasan peserta tidak ingin ditindaklanjuti. Untuk itu diperlukan pendampingan dari orang terdekat atau keluarga agar para pasien yang positif IVA mau mendapat pengobatan lanjut. Selain itu, diperlukan edukasi bagi warga tentang bahaya kanker serviks dan penanganannya. Agar kedepannya semakin banyak warga yang peduli tentang kesehatannya.