Kejayaan Maritim Jepara di Bawah Kepemimpinan Ratu Kalinyamat

Sejak Pangeran Hadirin wafat, takhta Kerajaan Jepara jatuh di tangan istrinya, Ratu Kalinyamat. Sejak saat itu, Ratu Kalinyamat terus membangun dan mengembangkan Kerajaan Jepara hingga terkenal dengan kekuatan maritim dan armada perangnya. Bahkan disebutkan, puncak kejayaan Kerajaan Jepara terjadi di bawah kepemimpinan sang Ratu. Selama 30 tahun memimpin, Jepara tumbuh menjadi pusat perdagangan dan bandar pelabuhan di Pantai Utara Jawa.

Sekitar tahun 1549-1579 pada masa kepemimpinan Ratu Kalinyamat, Jepara menjadi kerajaan dengan kekuatan maritim yang hebat. Hal ini terbukti dari adanya permintaan Raja Johor di Malaka yang meminta bantuan dan ajakan untuk membantu melawan Portugis. Ratu Kalinyamat menyambut positif permintaan tersebut, dan mengirimkan ribuan pasukan dan armada perang. Bangsa Portugis dinilai telah sewenang-wenang, selain itu hubungan baik Jepara dan Malaka dan banyaknya warga Jepara yang tinggal di Malaka juga menjadi pertimbangan sang ratu.

Kejayaan kerajaan maritim di masa kepemimpinan Ratu Kalinyamat didukung oleh armada laut yang besar dan kuat. Hal itu dapat diketahui dari ekspedisi militer laut sebanyak dua kali yang dilakukan Ratu Kalinyamat dalam membantu Malaka mengusir Portugis. Dalam waktu singkat, Jepara juga berhasil dikembangkan menjadi pusat perdagangan. Dikarenakan letak Jepara yang tergolong strategis.

Terletak di daerah semenanjung, keberadaannya sebagai kota pelabuhan dijadikan sebagai tempat persinggahan para pedagang. Pelabuhan seperti Jepara juga berfungsi menampung produk-produk dari daerah luar untuk selanjutnya didistribusikan atau diperdagangkan ke daerah-daerah pedalaman yang membutuhkan. Hal itu membuktikan keberhasilan Ratu Kalinyamat dalam menjadikan Jepara sebagai kota maritim yang kuat.

Sebagai seorang pemimpin wanita, visi misi Ratu Kalinyamat telah melampaui zamannya. Ratu secara konsisten telah membangun dan mengembangkan potensi yang dimiliki Jepara, salah satunya bidang maritim. Ratu Kalinyamat juga berpikir untuk menjadikan Jepara sebagai poros maritim, dengan cara memperkuat armada laut sekaligus mengembangkan perdagangan.

Keberhasilan Ratu Kalinyamat menjadikan Jepara sebagai kota maritim dan pusat perdagangan di pantai utara Jawa, belum membuat sosok Ratu Kalinyamat dikenal publik. Ratu Kalinyamat pun belum bergelar sebagai pahlawan nasional, padahal kiprah dan dedikasinya untuk Nusantara terbilang besar. Melihat hal tersebut, Yayasan Dharma Bakti Lestari bekerja sama dengan pemerintah setempat berusaha mengusulkan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat. Untuk itu, Yayasan Dharma Bakti Lestari mengajak semua masyarakat Indonesia, khususnya Jepara untuk bersama-sama mendukung pemberian gelar kepahlawanan kepada Ratu Kalinyamat dengan cara ikut menandatangani petisi berikut http://tiny.cc/ratukalinyamat