Kontribusi Sahabat Lestari dalam Menghadapi Masalah Sosial Budaya

Dalam rangka ikut melestarikan budaya di Indonesia, Sahabat Lestari turut berkontribusi di beberapa kegiatan seputar sosial budaya. Di antaranya adalah mengenai Pesta Baratan di Jepara dan mengunjungi sentra batik di Kudus.

Pesta Baratan bukan hanya perkara ‘nguri-uri’ budaya, tetapi juga sebagai cara untuk mempererat nilai-nilai sosial. Pesta Baratan merupakan sebuah festival yang digelar di Jepara dalam rangka memperingati perjuangan Ratu Kalinyamat (Ratu Jepara) serta menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Panitia kegiatan sekaligus Penasihat Sahabat Lestari Jepara, Nur Hidayat menyatakan pesta baratan sengaja digelar sebagai syukur masyarakat menyambut nisfu syaban dan kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin. ”Bahkan, agenda yang menjadi daya tarik para wisatawan untuk ke Jepara, akan diatur melalui peraturan daerah (Perda) yang tengah disiapkan DPRD Jepara,” katanya.

Dalam gelaran Pesta Baratan, peran serta seluruh masyarakat sangat dibutuhkan. Terlebih generasi milenial. Mengingat berkembangnya globalisasi yang membawa budaya populer turut meredupkan kecintaan terhadap budaya lokal. Oleh karena itu, Pesta Baratan selalu diikuti peserta yang merupakan kaum milenial. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak muda semakin mencintai budayanya sendiri.

Selain Pesta Baratan, salah satu fokus Lestari Moerdijat di bidang budaya adalah batik. Dalam beberapa kesempatan, Pembina Sahabat Lestari tersebut terlihat selalu mengenakan batik. Kecintaanya terhadap batik memang luar biasa. Tak kurang 3000 batik telah dikumpulkan. Seperti beberapa waktu lalu, Lestari Moerdijat mengunjungi sentra batik Kudus. Dalam kunjungannya, Lestari menyampaikan bahwa batik memiliki filosofi yang dalam. Setiap goresan yang dilukis dalam sehelai kain memiliki makna. Sehingga nilai-nilai itu patut dijaga agar tidak luntur.

”Karena itulah saya berada di sini untuk mendukung usaha sentra batik Kudus. Ingin mengangkat dan memperkenalkan kepada publik, sekaligus mempromosikan agar masyarakat lebih tertarik untuk mengenakan batik,” sambungnya.

Beragam kegiatan yang telah dilakukan Sahabat Lestari tidak jauh dari isu sosial budaya. Selaku pembina, Lestari Moerdijat sangat memahami bahwa globalisasi yang mau tidak mau diterima oleh masyarakat dapat mengikis nilai-nilai sosial budaya yang telah melekat di masyarakat. Dengan berbagai partisipasinya, diharapkan masyarakat semakin mecintai budaya dan terus melestarikannya.

Seperti pesan dari Cawapres nomor urut 1, K.H. Ma’ruf Amin “Pemajuan kebudayaan akan kita optimalkan. Supaya kebudayaan kita tidakk mengalami diskontinuitas dan disorientasi. Karena itu akan kita lakukan konservasi budaya, pelestarian budaya, dan globalisasi budaya supaya lebih terkenal baik di dalam maupun luar negeri. Mengembangkan kebudayaan melalui ekonomi kreatif, dengan cara membentuk Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) untuk mengadakan festival kebudayaan di berbagai negara di dunia”, ujar K.H. Ma’ruf Amin dalam Debat Cawapres 2019 (17/3).