Sekapur Sirih.

November 2016, Saya dipastikan menderita kanker payudara. Serangkaian tindakan medis dan proses pengobatan dilakukan sepanjang tahun 2017 bahkan masih berlanjut sampai dengan saat ini. Namun, menderita kanker bukan akhir dari segalanya. Menjadi penderita dan kemudian penyintas adalah kesempatan kedua yang diberikan-NYA kepada kita untuk menjadi lebih baik dan berguna. Hidup dengan tujuan, tidak menyerah, dan terus berjuang bukan hanya untuk kesembuhan, tetapi mengisi hari dan waktu berbagi untuk sesama semampu kita dan memohon ridhoNYA. Karena kita yakin, kita tidak pernah ditinggalkan-NYA kanker tidak akan membuat kita kehilangan semangat, kekuatan dan kebahagiaan dalam hidup.

Kanker tidak bisa membunuh harapan dan cinta manusia. Kanker tidak akan membuat kita merasa terbebani, tetap optimis pada kesembuhan dan jalani hidup dengan santai. Penolakan terhadap penyakit kanker sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah. Terimalah apa adanya tapi jangan pernah menyerah.

Satu hal yang harus diketahui oleh penderita kanker kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan untuk menentukan tindak lanjut adalah kunci utama dari proses penyembuhan.

Kanker Payudara bukanlah kanker yang tidak bisa diatasi, jadi jangan pernah takut untuk memulai memeriksakan diri anda. Bila ternyata anda menghadapi apa yang anda takutkan, laluilah dan jalani. Hidup tidak akan berhenti karena anda menderita kanker. Segera lakukan pengobatan, gunakan kesempatan untuk memulai hidup baru yang lebih berarti dan bermakna.

Umur bukan milik kita, yakinlah bahwa apapun yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa adalah jalan yang memang harus kita terima. Kuatkanlah diri anda untuk anda sendiri, untuk keluarga, sahabat dan jangan pernah lupa, bahwa mereka akan selalu bersama kita dan semua yang mencintai kita.
Lestari Moerdijat