Penyelenggaraan Keantariksaan

 

Penyelenggaraan Keantariksaan adalah setiap kegiatan eksplorasi dan pemanfaatan Antariksa yang dilakukan, baik di dan dari bumi, Ruang Udara, maupun Antariksa. Kegiatan keantariksaan telah dimulai sejak diluncurkannya Satelit Sputnik I tanggal 4 Oktober 1957 ke orbit bumi oleh Uni Soviet. Keberhasilan Uni Soviet yang sekarang dikenal dengan Federasi Rusia dalam pendayagunaan antariksa diikuti oleh Amerika Serikat, sehingga kedua negara tersebut dipandang sebagai pelopor penyelenggaraan keantariksaan. Pada tahapan selanjutnya mulai diikuti oleh negara-negara lainnya seperti: Perancis, Jerman, Tiongkok, Jepang, India, Brasil, Korea Utara, Korea Selatan, Iran, Pakistan dan lain-lain

Kegiatan keantariksaan dilakukan dengan memanfaatkan sistem keantariksaan. Sistem keantariksaan secara tradisional, terdiri dari 3 (tiga) segmen utama, yaitu: segmen bumi, segmen antariksa, dan segmen koneksi komunikasi. Namun demikian dalam rangka menguraikan tentang sistem keantariksaan untuk tujuan pengendalian keantariksaan maka Mayor Wilson menggunakan 6 (enam) segmen utama untuk menjelaskan dan akses terhadap sistem keantariksaan yaitu segmen bumi, segmen koneksi, segmen antariksa, segmen koneksi data, segmen pengguna dan segmen peluncur

Perkembangan manfaat sistem keantariksaan selalu seiring dengan perkembangan penguasaan teknologi keantariksaan tersebut. Pada awalnya kegiatan keantariksaan hanya ditujukan untuk ambisi menaklukkan antariksa dan pendaratan manusia di bulan. Dalam masa era perang dingin, kegiatan keantariksaan ditujukan untuk mendukung kepentingan militer khususnya untuk kepentingan pertahanan

Dalam perkembangan selanjutnya, kemampuan manusia untuk mengakses dan menggunakan lingkungan antariksa menyediakan banyak kesempatan unik untuk menciptakan barang dan jasa publik dan komersial yang berguna dan menguntungkan. Kemampuan ini telah hadir selama lebih dari lima puluh tahun dan telah berkembang dan diperluas sebagai terobosan teknologi baru yang telah muncul dari program research & development antariksa

Dari perspektif konsumen, beberapa barang dan jasa seperti komunikasi suara yang menggunakan peralatan berbasis antariksa hampir tidak bisa dibedakan dari produk berbasis terrestrial. Penggunaan antariksa sebagai pijakan (platform) untuk kegiatan ekonomi dan pemerintahan tidak dapat digantikan dengan cara terrestrial.

Beberapa bentuk barang dan jasa keantariksaan yang unik ini meliputi: a. Kemampuan untuk melihat bumi secara keseluruhan (The ability to view the earth as a whole); b. Kemampuan untuk menyiarkan sinyal dari satu satelit ke berbagai titik di bumi (The ability to broadcast signals from one satellite to many different points on the earth); c. Kemampuan untuk menggunakan lingkungan microgravity untuk penelitian dan produksi (The ability to use the microgravity environment for research and for production); d. Kemampuan untuk memantau kegiatan manusia di berbagai wilayah yang luas (The ability to monitor human activities across large regions); e. Kemampuan untuk memantau aktivitas alam dan fisik secara global (The ability to monitor natural and physical activity on a global basis), f. Kemampuan untuk meningkatkan berbagai bentuk upaya pertahanan dan keamanan (The ability to improve many types of security and defense efforts); g. Kemampuan untuk mengangkut orang dan kargo ke dan dari lingkungan antariksa (The ability to transport people and cargo to and from the space environment); dan h. Kemampuan untuk mengeksplorasi alam semesta dan untuk memperluas pengetahuan ilmiah (The ability to explore the universe and to expand scientific knowledge).

Di samping itu, saat ini, antariksa merupakan bagian integral dari operasi militer, perusahaan komersial dan bahkan kesejahteraan sosial di sebagian besar negara maju. Bahkan, banyak yang menganggap antariksa menjadi suatu slogan yang klasik yaitu “pusat gravitasi” karena peran sentralnya dalam masyarakat modern. Bahkan bagi Amerika Serikat antariksa adalah kepentingan nasional yang vital (space is a vital national interest). Fakta sederhana bahwa lebih dari $250 miliar diinvestasikan untuk antariksa pada tahun 2000 dan lebih dari $1,2 triliun menjadi penghasilan pendapatan telekomunikasi global pada tahun 2005

Pentingnya kegiatan Keantariksaan tercermin pada sistem Keantariksaan yang memberikan informasi dan jasa yang melindungi kehidupan dan lingkungan, meningkatkan kesejahteraan dan keamanan, serta memacu iptek, industri, dan pembangunan ekonomi. Kegiatan Keantariksaan dapat menyediakan sarana telekomunikasi, prakiraan cuaca, siaran melalui satelit, dan navigasi global serta membuka peluang baru pendidikan jarak jauh (teleeducation) dan pelayanan kesehatan jarak jauh (tele-medicine).

Kegiatan Keantariksaan juga mampu meningkatkan sektor ekonomi dan sektor pembangunan lainnya. Kegiatan Keantariksaan telah menjadi kepedulian global yang menawarkan keuntungan spesifik dan menjadi tantangan baru seperti pemantauan dan pemahaman terhadap perubahan iklim dan pemanasan global serta mendukung pembangunan berkelanjutan

Pada tahun 1963, LAPAN dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 236 Tahun 1963 tentang Pembentukan Lembaga Penerbangan dan Angkasaluar Nasional. Pertimbangan dibentuknya LAPAN adalah bahwa penerbangan dan angkasaluar merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan maupun keselamatan umat manusia serta untuk dapat memajukan dan menyempurnakan kegiatan-kegiatan nasional di bidang penerbangan dan angkasaluar sehingga setara dengan negara-negara lain

Organisasi LAPAN terus mengalami penyesuaian dengan perubahan lingkungan baik dari internal maupun eksternal organisasi. Saat ini organisasi LAPAN diatur dengan Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2013, dan Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2013.

Dalam Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tersebut mengamanatkan LAPAN melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk melaksanakan tugas tersebut, LAPAN menyelenggarakan fungsi : a. pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya; b. koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas LAPAN; c. pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kedirgantaraan dan pemanfaatannya; dan d. penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan, dan rumah tangga.

Pada tanggal 6 Agustus 2013, Pemerintah telah mengesahkan UndangUndang RI Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan (selanjutnya disingkat UU Nomor 21 Tahun 2013) yang lingkup pengaturannya meliputi : kegiatan keantariksaan, penyelenggaraan keantariksaan, pembinaan, bandar antariksa, keamanan dan keselamatan, penanggulangan benda jatuh antariksa serta pencarian dan pertolongan antariksawan, pendaftaran, kerja sama internasional, tanggung jawab dan ganti rugi, asuransi, penjaminan, dan fasilitas, pelestarian lingkungan, pendanaan, peran serta masyarakat, dan sanksi. Terdapat beberapa ketentuan dalam UU Nomor 21 Tahun 2013 tersebut yang diamanatkan kepada Lembaga sebagai instansi pemerintah yang melaksanakan urusan penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya serta Penyelenggaraan Keantariksaan

Pada saat ini lebih dari 31 negara memiliki organisasi/kelembagaan keantariksaan. Berdasarkan organisasi terdapat berbagai bentuk/jenis organisasi yaitu: Pertama, berbentuk penggabungan kegiatan penerbangan/aeronautika dan keantariksaan dalam satu organisasi sehingga menjadi organisasi yang terintegrasi seperti National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).

Kedua, berbentuk pemisahan dari kedua kegiatan tersebut di atas, sehingga ada organisasi/kelembagaan penerbangan dan keantariksaan yang terpisah masing-masing menjadi satu organisasi yang mandiri, namun dipandang komprehensif untuk masing-masingnya seperti Korea Aerospace Research Institute (KARI) dan Iranian Space Agency (ISA).

Ketiga, Berbentuk organisasi/kelembagaan yang hanya berfokus pada pelayanan keantariksaan, sehingga organisasi hanya berfokus pada satu aspek jasa keantariksaan seperti organisasi di bidang telekomunikasi, penginderaan jauh, dan navigasi

Hal-hal yang menjadi pertimbangan pembentukan organisasi/ kelembagaan keantariksaan selalu dikaitkan dengan perspektif negara terhadap keantariksaan (kebijakan keantariksaan), kepentingan nasional di bidang keantariksaan, bentuk dan wilayah negara, serta pelayanan atau jasa yang diperlukan oleh negara tersebut.

Pada umumnya bentuk organisasi keantariksaan negara-negara dibagi berdasarkan sistem keantariksaan dan pelayanan jasa keantariksaan, baik yang mengambil sistem keantariksaan dan pelayanan jasa keantariksaan secara menyeluruh maupun parsial.

Pemanfaatan antariksa telah menciptakan pasar baru; membantu menyelamatkan kehidupan melalui peringatan dini bencana alam, mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan, serta membantu upaya pemulihan lebih cepat dan efektif; menciptakan pertanian dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih efisien dan berkelanjutan; memperluas batasan kita; menyediakan akses global terhadap obat-obatan canggih, prakiraan cuaca, informasi geospasial, operasi keuangan, broadband dan komunikasi lainnya, serta puluhan kegiatan lain yang ada di dunia. Sistem antariksa juga memungkinkan orang dan pemerintah di seluruh dunia memahami lebih jelas, berkomunikasi dengan pasti, melakukan navigasi secara akurat, serta menjamin pelaksanaan kegiatan.

Keberhasilan penyelenggaraan keantariksaan juga melekat berbagai tantangan. Pada awal era antariksa, kesempatan penggunaan antariksa terbatas hanya pada beberapa negara, dan terdapat konsekuensi pembatasan terhadap tindakan yang tidak bertanggung jawab maupun yang tidak disengaja. Pertumbuhan dan evolusi ekonomi global telah menggiring penyelenggaraan antariksa oleh negara-negara maupun organisasi-organisasi makin meningkat.

Situasi tersebut mengindikasikan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan penyelenggaraan kegiatan tersebut dan ketergantungan diantara berbagai pihak yang bermakna tindakan tidak bertanggung jawab dalam penyelenggaraan antariksa akan berdampak pada semua pihak yang terlibat. Sebagai contoh, dalam beberapa dekade ini operasi antariksa di orbit bumi telah terganggu oleh sampah antariksa sebagai hasil peningkatan penyelenggaraan keantariksaan global, akibatnya peluang tabrakan terkait hal tersebut juga makin meningkat

Sebagai focal point kegiatan keantariksaan terkemuka, Amerika Serikat berkomitmen untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Namun, patut dipahami bahwa hal ini bukanlah tanggung jawab Amerika Serikat semata. Semua negara memiliki hak untuk menggunakan dan mengeksplorasi antariksa, termasuk tanggung jawab yang melekat terhadapnya.

Oleh karena itu, Amerika Serikat menyerukan kepada semua negara untuk bekerja sama dalam mengadopsi berbagai pendekatan yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan keantariksaan dan melestarikan hak tersebut bagi kepentingan generasi mendatang. Sejak awal penjelajahan manusia ke antariksa, negara ini juga telah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia dalam bekerja sama dengan pihak lain untuk memberi jaminan atas hal tersebut dalam penyelenggaraan keantariksaan yang bebas.

Terkait hal tersebut, Amerika Serikat terus memperbaharui perjanjian kerjasama dengan meyakinkan bahwa dengan penguatan kerjasama internasional dapat membangkitkan pengaruh Amerika Serikat, sehingga semua bangsa dapat memperluas perolehan manfaat secara lebih luas termasuk pengetahuan dan kehidupan.