Demi Dunia yang Setara

Category: Pustaka Lestari

Tema peringatan Hari Perempuan Internasional 8 Maret 2020 adalah #EachForEqual yang fokus untuk mengampanyekan bahwa ketidaksetaraan gender adalah masalah ekonomi, bukan hanya isu perempuan. Karena kesejahteraan ekonomi dan kemajuan masyarakat, tidak akan dapat terwujud tanpa kesetaraan gender.

Dunia yang setara tak akan tercapai tanpa ketahanan pangan yang dapat diakses setiap individu. Oleh karena itu, peringatan Hari Perempuan Internasional di Indonesia tahun ini antara lain akan merayakan para perempuan pejuang pangan. Lebih dari 350 pejuang pangan– terdiri dari wanita tani, perwakilan perempuan pejuang pangan internasional, pemuda tani, dan pejuang pangan lainnya– dari seluruh Indonesia berkumpul di Desa Uraso, Kecamatan Mappedeceng Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Desa Uraso pun bangga mendapat kepercayaan menjadi puan rumah peringatan yang serangkaian kegiatannya dilaksanakan pada 10-14 Maret 2020.

Di tingkat internasional ada enam area utama dalam kampanye tahun ini. Pertama, mendukung perempuan dalam inovasi di bidang teknologi. Kedua, mengampanyekan kesetaraan bagi perempuan atlet. Ketiga menciptakan ruang kerja setara supaya perempuan bisa berprestasi. Keempat, mendukung perempuan untuk bisa memiliki pencapaian sesuai standar mereka sendiri. Kelima, memberdayakan perempuan melalui pendidikan kesehatan. Dan keenam, meningkatkan kemunculan kreativitas perempuan. Tema kampanye ini tentu saja memiliki titik berat yang berbeda-beda tergantung pada persoalan di negara masing-masing. Dalam satu negara seperti Indonesia misalnya, persoalan per daerah pun tidak bisa disamaratakan.

Kabar baiknya, peringatan Hari Perempuan Internasional di Indonesia kini mendapat cukup banyak perhatian. Berbagai kegiatan untuk merayakannya berlangsung  dengan target kelompok masyarakat yang berbeda-beda. Para aktivis perempuan rutin menyelenggarakan women’s march. Ada pula organisasi seperti Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) atau Perkumpulan Perusahaan untuk Pemberdayaan Perempuan menyelenggarakan acara fun run HeForSheRun. Berbagai kegiatan kampanye dan pendidikan publik dalam mengampanyekan kesetaraan hak perempuan telah banyak berlangsung, memantik diskusi yang konstruktif terkait isu tersebut.

Masih ada banyak pekerjaan yang harus kita lakukan untuk mencapai dunia yang adil bagi perempuan. Dalam konteks Indonesia, RUU Ketahanan Keluarga misalnya adalah salah satu langkah mundur karena antara lain menempatkan perempuan dalam posisi yang tidak setara dengan kewajiban mengurus rumah tangga. RUU Ini selain diskriminatif juga tidak memahami konteks masyarakat Indonesia yang beragam, dimana banyak perempuan justru menjadi penopang utama ekonomi keluarga. RUU ini memaksakan peran pemerintah masuk terlalu jauh dalam ranah pribadi dengan asumsi-asumsi yang bias gender.

 

Memperingati Hari Perempuan Internasional adalah salah satu cara untuk terus memberikan pendidikan publik terhadap pentingnya mencapai kesetaraan gender. Hari Perempuan Internasional pertama kali diresmikan pada 8 Maret 1975 dalam rangka memperjuangkan hak perempuan dalam mewujudkan perdamaian dunia.  Perempuan di berbagai negara termasuk Indonesia telah mencapai sejumlah kemajuan terutama hak-hak buruh dan perlindungan dari tindak kekerasan, akses terhadap pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi, dan hak untuk mencapai posisi kepemimpinan tertinggi.

 

Dunia yang lebih sejahtera secara ekonomi tidak akan dapat terwujud tanpa keadilan bagi perempuan. Maka perayaan bersama para perempuan pejuang pangan dari seluruh Indonesia tahun ini yang berpusat di Desa Uraso merupakan suatu keputusan strategis. Dan membangun kesadaran publik bahwa keterlibatan perempuan dalam pemajuan ekonomi bukan saja penting, tapi juga esensial. Tidak akan ada kelompok masyarakat yang bisa mencapai kemajuan ekonomi dalam jangka panjang dengan mengerdilkan peran dan pertumbuhan perempuan. Karenanya ketimpangan yang dialami perempuan adalah masalah semua pihak, dan tidak hanya terbatas pada urusan perempuan semata. ***