fbpx
Fitch Menegaskan Indonesia di ‘BBB’; Outlook Stabil
September 8, 2018
Mengatasi Ketimpangan Ekonomi
September 10, 2018

Menumbuhkan Budaya Filantropi

Istilah filantropi sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita. Namun jangan salah, filantropi tidak melulu berarti kegiatan menyumbang harta pada orang yang berkekurangan.
Filantropi adalah aksi yang menumbuhkan kemandirian, meningkatkan martabat dan harga diri. Istilah yang berasal dari bahasa Yunani ini mulanya berarti saling mencintai sesama manusia. Namun kini, filantropi lebih diartikan sebagai kepedulian terhadap sesama manusia dan nilai kemanusiaan, yang diterapkan dengan menyumbangkan tenaga, waktu, bakat dan harta untuk menolong orang lain serta menciptakan dunia yang lebih laik lagi. Yang juga perlu disadari, kegiatan ini juga membuat orang yang dibantu menjadi dewasa, kuat dan merdeka. Jadi bukan aksi yang semata-mata menitikberatkan pada sumbangan uang (amal).
Aktivitas filantropi didasarkan pada niat baik yang lahir dari hati nurani untuk menolong sesama secara sistematis dan bersama-sama, meningkatkan kesejahteraan sesama melalui karya nyata. Misalnya memberikan pendidikan gratis, menjadi tenaga medis di daerah bencana, melakukan penyuluhan air bersih, dan sebagainya. Oleh karena itu, tak perlu menunggu kaya raya untuk menjadi seorang filantropis. Ada banyak cara bisa kita lakukan dalam aktivitas filantropi: seperti memberantas kemiskinan, memajukan pendidikan, peduli lingkungan hidup, mencintai kebudayaan, meningkatkan kesehatan dan sebagainya. Siapapun bisa melakukan aktivitas filantropi tanpa memandang status atau kekayaan. Kita pun dapat menumbuhkan budaya filantropi dan mempraktekkan aktivitas filantropi dalam kehidupan sehari-hari dengan cara berikut:

1. Menjadi volunteer (relawan)
Kebanyakan orang mengaitkan filantropi dengan memberikan sumbangan uang. Padahal menyumbangkan waktu dan tenaga untuk membantu sesama juga sama pentingnya. Sebagai awal, kita bisa menjadi relawan yang menyumbangkan waktu dan tenaga di panti jompo, dapur umum, mengajar anak jalanan dan sebagainya. Kita pun bisa bergabung dengan komunitas relawan. Saat ini banyak komunitas relawan online yang bisa dipilih untuk bergabung, salah satunya adalah indorelawan.org. Menjadi relawan tak hanya bermanfaat bagi orang lain, tapi bermanfaat pula bagi relawan itu sendiri. Penelitian yang dilakukan University of Zurich di Swiss menemukan hubungan antara kebahagiaan dan kedermawanan. Menurut peneliti, tindakan tanpa pamrih yang dilakukan seseorang telah mengaktifkan area otak yang terkait dengan kepuasan dan siklus penghargaan.

2. Libatkan teman dan keluarga
Mengajarkan orang lain tentang pentingnya amal adalah hal penting bagi gaya hidup filantropis. Libatkan teman dan anggota keluarga kita dalam aksi filantropi. Ajak mereka membantu relawan bekerja dan menyumbang dalam acara amal, serta ajak mereka untuk mengedukasi diri sendiri mengenai kegiatan amal dan manfaatnya.

3. Menyebarluaskan kesadaran berbagi pada sesama
Selain mengajak teman, kerabat dan anggota keluarga, kita pun bisa menyebarluaskan kesadaran untuk berbagi dengan sesama. Lakukanlah dengan cara yang kreatif. Karena kini zaman digital, kita bisa memanfaatkan peran media sosial untuk menyebarluaskan kesadaran berbagi pada sesama. Misalnya yang pernah dilakukan sekelompok orang di manca negara dengan memanfaatkan Ice Bucket Challenge untuk menggalang donasi. Sebagian lainnya ada juga yang ikut tantangan menggunduli rambut sampai botak sambil mengajak orang-orang untuk memberi donasi. Sambil menggalang donasi, kita dapat ikut menyebarluaskan kesadaran untuk berbagi pada sesama.

4. Melakukan kinerja tanpa pamrih setiap ada kesempatan
Banyak hal kecil yang bisa kita lakukan sehari-hari untuk melakukan aksi filantropi. Contoh:
– Membantu tetangga.
– Membayar tiket tol untuk mobil di belakang Anda.
– Membawa mainan untuk pasien anak di rumah sakit.
– Membelikan makanan untuk petugas kebersihan di jalan yang bertugas pada hari libur.
– Menjadi pendengar yang baik saat kerabat atau rekan kerja membutuhkan teman untuk curhat.
– Dan sebagainya.

Beberapa dari aksi ini ada yang membutuhkan biaya dan ada juga yang tidak. Kita tak perlu ‘membobol’ bank untuk berlatih aksi filantropi. Yang dibutuhkan adalah rasa peduli. Dalam melakukan kegiatan filantropi, sebaiknya disertai pendampingan dan pemberian pengetahuan serta pendidikan pada orang yang kita bantu. Selain agar tak hanya menerima bantuan saja, mereka diharapkan mampu memanfaatkan bantuan menjadi hal yang lebih bermanfaat dalam jangka waktu yang lama, atau menjadi investasi mereka di masa depan.

 

Artikel terkait :

https://www.liputan6.com/tekno/read/2931290/aksi-filantropi-online-kian-menggeliat-di-indonesia

http://koalisiseni.or.id/filantropi-seni-generasi-millenial-ubah-peta-filantropi-indonesia/

https://kumparan.com/perhimpunan-filantropi-indonesia/filantropi-inklusif-selama-ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *