fbpx

Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Perempuan

Terang Waisak 2018 : Belajar dari Umat Buddha
Mei 30, 2018
Belajar Toleransi dari Kota Kudus
Mei 30, 2018

Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Perempuan

Menurut definisi Badan Kesehatan PBB (WHO), kesehatan reproduksi adalah keadaan sehat fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistim reproduksi, fungsi, serta prosesnya. Tak berbeda jauh dengan definisi dari Departemen Kesehatan, yakni sehat secara menyeluruh serta proses produksi yang normal. Artinya, kesehatan reproduksi tak hanya kondisi bebas penyakit, namun juga termasuk soal bagaimana seseorang memiliki kehidupan seksual yang aman dan memuaskan.

Organ reproduksi perempuan adalah bagian tubuh yang sangat penting karena menyangkut keberlangsungan hidup manusia. Pada perempuan, sistim reproduksi sangat rentan dan gampang terinfeksi. Karenanya, perempuan dituntut untuk pandai merawat kesehatan reproduksinya. Sistim reproduksi perempuan meliputi ovarium, tuba falopi, leher rahim, vagina, dan payudara. Sementara itu, alat reproduksi perempuan terbagi dua, yakni bagian dalam dan bagian luar. Alat reproduksi perempuan mulai matang saat usia seseorang memasuki usia akil baligh, yakni sekitar 8-12 tahun. Saat perempuan mengalami haid pertama maka tubuhnya telah memproduksi sel telur yang bisa dibuahi oleh sperma pria dan mengalami kehamilan.

Kesehatan reproduksi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Ada banyak penyakit yang bisa menyerang reproduksi perempuan. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi perempuan di antaranya: endometriosis dan adenomiosis, uterine fibroid, vulvovaginistis, kista ovarium, infertilitas, kanker ovarium.

Salah satu penyakit mematikan yang menyerang pada sistim reproduksi perempuan adalah kanker leher rahim atau sering juga disebut kanker serviks. Kanker serviks merupakan kanker pembunuh perempuan nomor dua di dunia setelah kanker payudara. Di Indonesia sendiri kanker serviks bahkan menduduki peringkat pertama. Pada stadium lanjut, penderita kanker serviks berpotensi kehilangan nyawa dalam waktu relatif cepat.

Apakah penyebab kanker serviks? Kanker serviks berkembang secara bertahap tapi progresif. Penyebabnya belum bisa dipastikan, namun ada beberapa hal yang dianggap bisa memicu kanker serviks. Hubungan seks di usia muda adalah salah satu faktor risiko utama. Semakin muda perempuan melakukan hubungan seks akan semakin besar pula risiko terkena kanker serviks. Berdasarkan penelitian, perempuan yang melakukan hubungan seks sejak berusia kurang dari 17 tahun memiliki risiko terserang kanker serviks tiga kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang menunggu melakukan hubungan seks di atas usia 20 tahun.

Satu hal lagi yang meningkatkan risiko kanker serviks adalah berganti-ganti pasangan seksual. Perilaku berganti-ganti pasangan berpotensi meningkatkan penyakit kelamin. Salah satu penyakit kelamin yang ditularkan adalah infeksi human papilloma virus (HPV) yang terbukti meningkatkan risiko kanker serviks. Belum lagi kemungkinan tertular virus herpes simpleks tipe-2 yang bisa menjadi pendamping. Perempuan yang memiliki pasangan seksual sejumlah enam atau lebih memiliki risiko terkena kanker serviks 10 kali lebih besar.

Selain kedua faktor di atas, faktor-faktor lain yang meningkatkan risiko kanker serviks adalah merokok, penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu panjang, kehamilan yang terlalu sering, dan penyakit menular seksual pada perempuan yang ditularkan oleh pasangannya yang memiliki banyak pasangan seksual.

Dengan mengetahui faktor-faktor pemicu kanker serviks, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar risiko kanker serviks bisa ditekan, di antaranya: tidak merokok dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi. Pola hidup sehat akan menjauhkan seseorang dari penyakit. Selain itu, cobalah untuk selalu menjaga alat reproduksi agar higienis. Caranya dengan selalu membersihkan bibir toilet dengan alkohol sebelum menggunakan toilet di tempat umum dengan tisu basah yang mengandung alkohol, sering mengganti pembalut saat haid, membersihkan bagian luar vagina setelah buang air, membersihkan alat kelamin sebelum dan sesudah berhubungan seks, mengganti celana dalam setiap hari, termasuk menjaga kebersihan alat cukur yang digunakan untuk mencukur kemaluan.

Yang juga penting adalah tidak melakukan seks di usia dini, dan menghindari hubungan seks dengan banyak partner atau dengan partner yang memiliki banyak pasangan seks. Selain itu juga tidak melakukan hubungan seks selama masa haid. Perempuan juga disarankan untuk mendeteksi kanker serviks sedini mungkin dengan pap smear. Pap smear adalah pemeriksaan leher rahim. Pemeriksaan leher rahim lewat pap smear ini sebaiknya dilakukan sekali setahun pada perempuan yang sudah aktif melakukan hubungan seks. Agar lebih aman, lakukan juga vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV berguna untuk meningkatkan daya imun pada virus, dilakukan pada perempuan berusia 10 hingga 55 tahun.

 

Untuk itu, Partai NasDem menggelar pemeriksaan kanker serviks gratis kepada masyarakat. Aksi yang telah berlangsung sejak 2014 tersebut sebagai upaya promotif juga preventif terhadap kanker serviks. Diharapkan dari aksi tersebut, masyarakat semakin paham akan bahaya kanker serviks. Kegiatan yang diselenggarakan tersebut sebagai upaya deteksidini yang dapat mengurangi resiko kematian akibat kanker serviks.

 

Link terkait:

http://news.metrotvnews.com/politik/Zke4xOZb-kampanye-partai-nasdem-gelar-pemeriksaan-gratis-kanker-rahim

http://mediaindonesia.com/read/detail/151423-nasdem-ajak-peduli-kanker-serviks

https://kumparan.com/@kumparannews/kanker-serviks-pembunuh-nomor-1-perempuan-indonesia

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *