biografi lestari moerdijat

Catatan

LESTARI

Tema International Women Day 2021 yakni Women in Leadership: Achieving an equal future in a Covid-19 world. Sebuah kampanye mulai dipopulerkan dengan tagar #ChooseToChallenge. Secara global, pandemi Covid-19 berdampak signifikan pada setiap sektor kehidupan manusia. Dibutuhkan solidaritas dan kolaborasi untuk kembali membangun dunia menjadi lebih baik. 

Salah satu isu sosial yang patut menjadi perhatian bersama di Indonesia adalah partisipasi setiap individu dalam upaya pemulihan pasca pandemi. Secara khusus peran perempuan tak boleh terlupakan baik selama periode tanggap pandemi, dalam kampanye protokol kesehatan maupun selama proses vaksinasi nasional berjalan. Pengambil kebijakan jarang mengakui gerak tanggap kelompok perempuan berhadapan dengan krisis. Beberapa perempuan justru memimpin dengan baik melalui manajemen krisis yang patut diandalkan. 

Para pemangku kepentingan bisa memberi pemahaman dan penguatan terhadap perempuan lintas komunitas jika perlu dilibatkan dalam seruan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro sehingga pengendalian penyebaran virus korona bisa segera terwujud. Alasannya, andil perempuan dalam kehidupan sosial sangat besar, seperti memastikan kondisi kesehatan keluarganya, hingga membawa perubahan sosial terkait peningkatan pengetahuan dan kedisiplinan di lingkungan sekitar. 

Sebagai negara, kita meratifikasi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s) yang ditetapkan oleh PBB tahun 2015. Tujuan ke-5 (SDG’s 5) mengamanatkan pencapaian kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan dan anak perempuan. Selama pandemi perlu juga keterlibatan perempuan di setiap kebijakan agar kesetaraan gender terwujud. Pemahaman bahwa laki-laki dan perempuan setara harus terwujud dalam kesempatan yang sama di tengah masyarakat.

Kesempatan perlu dibuka seluas-luasnya dengan memberi penguatan kepada para perempuan agar bisa mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan di lingkungannya. Menggerakkan kelompok perempuan di tanah air adalah salah satu langkah strategis yang dapat ditempuh untuk mengendalikan penyebaran wabah korona sekaligus memberdayakan perempuan.

Bergerak bersama menjadi aksi nyata sekaligus tantangan untuk berbenah. Bahwa laki-laki dan perempuna setara untuk memimpin, melakukan perubahan dan terlibat dalam gerak bersama melawan wabah. Kita memilih untuk menantang status sosial yang mapan dalam persepsi untuk sembari menulis kesetaraan kini dan nanti setelah pandemi Covid-19. Kita bisa membangun dunia yang lebih baik tanpa bias.

Galeri

Satu Gambar Seribu Cerita