biografi lestari moerdijat

Catatan

LESTARI

 

 

Bangun optimisme bahwa kita mampu kalahkan pandemi. Membangun optimisme adalah sikap sekaligus jawaban menghadapi berbagai persoalan penanganan pandemi covid-19, terutama lonjakan kasus baru. Optimisme tersebut perlu diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kesadaran untuk hidup dalam kondisi kenormalan baru.

Adaptasi pada kenormalan baru patut diikuti dengan kesediaan divaksin dengan kenyataan bahwa kita dilanda duka setiap hari.  Pada saat bersamaan kepedulian hati dan pikiran rasional kita mesti terarah pada ruang batin masyarakat karena kegalauan akibat ketidakpastian dunia usaha, nasib tenaga kerja yang menjadi tidak menentu, hak pendidikan anak yang tidak terpenuhi secara layak dan persoalan lain sehingga meningkatkan level stress warga negara, yang bukan tidak mungkin dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan.

Upaya mempercepat vaksinasi mesti menjadi langkah bersama melalui langkah nyata. Mendukung upaya pemerintah dengan membangun sinergi, inisiatif dan kolaborasi. Koordinasi dan komunikasi lintas sektor dari pusat hingga desa mesti ditingkatkan. Pandemi harus dihadapi bersama dengan memastikan semua program tepat sasaran. Kemudian jangan terjebak untuk saling menyalahkan. Mestinya situasi saat ini menjadi ruang kritik diri dan peringatan bagi semua elemen untuk terus bekerja keras, saling mendukung, bukan menciptakan polemik saat kasus positif terus bertambah.

Optimisme penanganan, pencegahan covid-19 dan menghadapi ketidakpatian (uncertainty) perlu dibangun sebuah pemahaman (understanding) dan kesadaran bersama untuk terus menaati ragam kebijakan seperti protokol kesehatan kemudian beradaptasi dengan kenormalan baru. Ada sebuah frasa yang selalu (saya) tekankan yakni sense of crisis. Tanpa “sense” ini kecenderungan menganggap remeh krisis pasti ada dan masyarakat tak terbiasa mendapatkan edukasi yang diperlukan.

Di atas semua itu, nilai-nilai luhur dalam konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika mesti menjiwai seluruh diri anak bangsa, untuk memberi diri saling melayani sebagai wujud spiritualitas diri, memperkuat persatuan, membangun dialog dan sinergi, berkolaborasi, bahwa kemanusiaan Indonesia mesti menjadi tempat pertama di tengah ketidakpastian berakhirnya pandemi.

(RLM)

Galeri

Satu Gambar Seribu Cerita

Pustaka Lestari

Membaca: Menggali Ide dan Membuka Wawasan Berpikir