biografi lestari moerdijat

Catatan

LESTARI

Politik bermula dari passion, willingness, dan will untuk mengatur suatu tatanan dengan tujuan kesejahteraan. Hari ini realisasi hak sosial politik berhadapan dengan propaganda digital yang menyebabkan komunikasi intersubyektif menjadi semu, menimbulkan perpecahan. Politik jauh dari esensinya, menjadi ruang yang paling ditakuti, dicemooh dan cenderung meniadakan nilai “manusia” karena berpotensi destruktif. Semestinya, dalam konteks Indonesia, politik itu dinamika kerakyatan terpimpin berbasis musyawarah sesuai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Menggaungkan politik kebangsaan adalah seruan logis dan bermoral atas realitas politik kini. Bagaimana tidak? Kita terlena dalam jejaring gairah kepemimpinan berbasis kelompok, nama diri dan hasrat berkuasa. Setiap identitas diri ditanggalkan karena kebenaran instingtif. Padahal, kebenaran pada dirinya adalah perjalanan pikiran rasional manusia menemukannya, diperjuangkan, diuji dalam geliat kehidupan kontemplatif. Kebenaran dengan unsur logos dan locusnya. Kebenaran akal budi dan nurani sebagai jiwa setiap kerja politik. Bahwa kemanusiaan yang utama dalam setiap kerja, sejalan dengan politik restoratif.

Politik restoratif adalah politik yang menghasilkan buah berlimpah (politics of fruitfulness). Politik yang menanam dan memanen dengan sukacita (politics of joy). Bergembira dalam berpolitik jauh dari politik berorientas kesenangan (politics of fun). Politik pada akhirnya sebuah dinamika “bermain”, belajar, berbagi, bertumbuh dan berkembang bersama. Politik, sebuah seni untuk mengakomodir setiap suara dalam keheningan. Setiap kekacauan tanpa aksi. Setiap kebisuan yang menggema. Politik harus menjadi rumah setiap kebenaran yang patut dan pantas dengan martabat kemanusiaan. Dan, berpolitik itu perjalanan menanam ide, berbuah dalam tindakan dan dipanen masyarakat dengan sukacita berdasarkan semangat, kemauan dan kehendak yang senada. 

Galeri

Satu Gambar Seribu Cerita

FDD12 E-book: Membedah Persoalan Bangsa; Proaksi Lebih Diperlukan; Labirin RUU PKS

Pustaka Lestari

Membaca: Menggali Ide dan Membuka Wawasan Berpikir