biografi lestari moerdijat

Catatan

LESTARI

Kita kembali bekerja setelah seminggu jeda. Hari Raya Idul Fitri sebagai perjalanan kembali ke fitrah manusia memberi energi kehidupan untuk terus bertumbuh di tengah bermacam tantangan lajunya peradaban dunia. Silaturahmi bersama keluarga, sahabat menjadi momen yang menghidupkan setiap potensi. Bahwa rekonsiliasi yang dianyam dalam setiap sapaan kasih, kegembiraan yang terbagi dan syukur yang dipanjatkan dalam lantunan doa sejatinya merupakan upaya pengosongan diri, keterbukaan pada setiap rahmat Ilahi untuk bertransformasi.

Fokus pada agenda pertumbuhan ekonomi patut dipertajam. Sejumlah agenda nasional mesti dituntaskan melalui peningkatkan produktivitas kerja. Pekerjaan rumah di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan agenda politik perlu diselesaikan atas nama keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Kesadaran kebangsaan harus semakin diperkuat bahwa setiap anak bangsa memiliki keterpanggilan ontologis untuk menutup setiap celah ketimpangan, kemunduran dan keterputusan yang diciptakan pandemi dan distorsi informasi. Saatnya meniadakan dikotomi dalam setiap bidang kehidupan dengan mengedepankan amanat konstitusi dan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman untuk berbenah.

Saatnya menguatkan komitmen untuk bertumbuh, mengoptimalkan setiap potensi yang dimiliki untuk maju yang terwujud dalam kerja nyata. Sebab lahir dalam kebaruan dengan menggapai fitrah diandaikan tercapai sebuah keteguhan hati dan pikiran untuk meniadakan setiap penderitaan. Atau, kita tetap langgeng dalam setiap ketimpangan yang dibiarkan.

Galeri

Satu Gambar Seribu Cerita

FDD12 E-book: Membedah Persoalan Bangsa; Proaksi Lebih Diperlukan; Labirin RUU PKS

Pustaka Lestari

Membaca: Menggali Ide dan Membuka Wawasan Berpikir