biografi lestari moerdijat

Catatan

LESTARI

Setahun lalu, saat WHO mendeklarasikan Covid-19 sebagai pandemi global semua kegiatan dihentikan termasuk sekolah di setiap tingkatan. Pembelajaran daring dipilih sebagai solusi dengan pertimbangan kegiatan belajar formal tak boleh berhenti. Mengandalkan teknologi tak semudah dibayangkan. Negara maju sekalipun tak mudah menerapkan kebijakan belajar dari rumah. Sekolah bergantung sepenuhnya pada kekuatan jaringan.

Indonesia menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Setiap institusi pendidikan formal diharuskan beradaptasi di tengah kenyataan daerah 3T belum sepenuhnya terhubung dengan jaringan internet. Tak hanya itu, kurikulum pendidikan belum cukup adaptif dilengkapi dengan kompetensi guru yang memang tak siap dengan pola pembelajaran dalam situasi krisis. 

Setelah setahun pandemi, masih dalam situasi yang belum menentu pembelajaran konvensional kembali digaungkan untuk dimulai pada bulan Juli 2021. Seperti mencari cahaya di tengah kegelapan, kita tentu memerlukan persiapan rinci setidaknya memastikan norma baru diterapkan secara konsisten. Keamanan peserta didik dan pengajar, saat berinteraksi dalam proses belajar mengajar adalah pertimbangan lain yang patut dipikirkan.

Uji coba proses belajar tatap muka pada masa pandemi di sejumlah daerah harus benar-benar dipersiapkan dengan baik, secara teknis maupun kesiapan dari para pelaksananya di lapangan, agar kebijakan tersebut tidak menciptakan sekolah sebagai klaster baru penyebaran Covid-19. Jangan sampai euforia kembali ke sekolah justru jebakan bagi anak-anak kita.

Rencana pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah harus bercermin dari peristiwa munculnya klaster baru di lingkungan pendidikan Kota Tasikmalaya yang menyebabkan 20 orang positif Covid-19 dari satu sekolah di wilayah Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Penting bagi Kemendikbud yang berniat membuka sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru nanti untuk mengatur secara rinci mengenai standar kesehatan. 

Tak hanya itu, secara psikologis, para peserta didik, orang tua dan guru perlu dipersiapkan sebab proses pembelajaran selama setahun mengandalkan koneksi bukan interaksi. Setidaknya kita menyadari, pandemi Covid-19 telah mengubah sistem dan metode pembelajaran sejak tahun lalu. Tugas kita beradaptasi kemudian melakukan perubahan berarti.

Galeri

Satu Gambar Seribu Cerita

Pustaka Lestari

Membaca: Menggali Ide dan Membuka Wawasan Berpikir