biografi lestari moerdijat

Catatan

LESTARI

MIT Sloan Management Review merilis sebuah artikel berjudul A Crisis of Ethics in Technology Innovation pada bulan Maret 2020. Max Wessel dan Nicole Helmer memaparkan kenyataan bahwa media sosial menciptakan sebuah ekosistem industri yang memungkinkan setiap individu berinteraksi, membuat konten dan membangun jaringan distribusi informasi. Media sosial ternama seperti Facebook kemudian menjadi dunia baru publikasi tanpa pemilahan karena seluruh materi berdasarkan pada kepentingan individu.

Dalam dinamika media sosial, tidak seorang pun mengatur standar etika dalam keseluruhan sistem. Muaranya dapat ditebak, kita kesulitan menetapkan etika bermedia sosial. Kemajuan teknologi menciptakan sebuah mental model yakni move fast, break things. Pada tataran tertentu pemilik industri media sosial mesti memiliki obligasi moral dalam dunia disrupsi.

Publikasi Microsoft berjudul Digital Civility Index (DCI) pada Februari 2021 mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet saat berkomunikasi di dunia maya. Dalam riset tersebut tingkat kesopanan pengguna internet di Indonesia memburuk delapan poin dari tahun sebelumnya, bergeser ke angka 76, dan menempatkan warganet Indonesia di urutan terbawah se-Asia Tenggara. Beberapa peristiwa ujaran kebencian dan perilaku tertentu demi konten yang akhirnya dituntut menyampaikan permohonan secara publik atau dengan pernyataan bermeterai mestinya menjadi pembelajaran. Laporan Microsoft ini harus menjadi perhatian para pemangku kepentingan di negeri ini.

Selama ini Indonesia terkenal dengan masyarakat yang ramah dan selalu mengedepankan sopan santun dalam berinteraksi di tengah masyarakat. Minimnya pemahaman terkait penggunaan media sosial dan kenyataan bahwa platform media sosial tidak sepenuhnya menetapkan standar etika adalah tantangan terhadap nilai budaya dan nilai kebangsaan seiring berkembangnya teknologi.

Sebagai bangsa yang dilahirkan di atas empat konsensus kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI), setiap warga negara seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dalam bersikap dan berkomunikasi baik daring maupun luring.

Diperlukan etika komunikasi media sosial dengan meningkatkan literasi digital masyarakat. Tentu saja muatan etika dalam literasi digital yang diberikan kepada masyarakat harus mengandung nilai-nilai kebangsaan yang selama ini menjadi tolak ukur kita dalam bersikap. Upaya untuk menanamkan nilai kebangsaan harus dilakukan secara konsisten dan terukur menuju sebuah paradigma baru di atas fondasi moral dan pemikiran rasional.

Galeri

Satu Gambar Seribu Cerita