biografi lestari moerdijat

Catatan

LESTARI

 

Respon terhadap keadaan para sahabat difabel berkembang dari waktu ke waktu. Perubahan signifikan terjadi sejak 2006 dalam konvensi PBB tentang Hak-hak Individu Dengan Disabilitas. Konvensi ini mengatur secara menyeluruh tentang hak kaum difabel.

Segala perubahan mesti menunjang kebutuhan semua manusia tanpa terkecuali. Para sahabat difabel mendapat tempat dengan fasilitas dan sistem pendukung yang membantu mereka dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

Kendati demikian para sahabat difabel belum menjadi prioritas dalam situasi tertentu. Belajar dari pandemi Covid-19 di Indonesia, sejak awal sampai saat ini pihak yang memperhatikan komunitas disabilitas mesti bersuara terkait hak disabilitas. Kini, program vaksinasi nasional tengah berjalan.

Dalam Forum Diskusi Denpasar 12 Edisi 46 dengan tema Covid-19 dan Vaksin: Inklusivitas Difabel (24/2), sebuah seruan penting diangkat. Dengan semangat leaving no one behind, baik pemerintah maupun masyarakat tidak boleh saling menunggu untuk terlibat dan merangkul penyandang disabilitas dalam program vaksinasi Covid-19 nasional.

Kenyataannya belum semua masyarakat siap divaksin tetapi sosialisasi dan distribusi informasi terkait vaksin harus dilaksanakan termasuk kepada para sahabat difabel.

Kita berharap saat ini, pemerintah sudah disiapkan program vaksin Covid-19 inklusif untuk penyandang disabilitas. Langkah tersebut adalah keharusan mengingat para sahabat difabel terkendala akses informasi, dan harus terus berkontak fisik karena sangat tergantung pada pendamping, kemudian akses layanan yang sulit dijangkau.

UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas mengamanatkan hak dan perlakuan khusus terhadap penyandang disabilitas agar mendapat perlindungan dan pendampingan.

Amanat undang-undang itu bisa dilaksanakan dalam bentuk kebijakan yang mendukung para penyandang disabilitas di masa pandemi ini. Untuk itu, suara dari para penyandang disabilitas sangat perlu untuk didengar agar pemenuhan hak sebagaimana diatur dalam undang-undang diimplementasikan tanpa menciptakan dikotomi.

*) Disampaikan dalam Forum Diskusi Denpasar 12 Edisi 46

Galeri

Satu Gambar Seribu Cerita