FDD12

FDD 12 EDISI XXXVII: Refleksi Akhir Tahun 2020 (Merangkum dan Mencari Hikmah dari Peristiwa untuk Bangsa

Rabu, 16 Desember 2020 2020, akhir tahun, refleksi

 

POINTERS FDD12 EDISI XXXVII - REFLEKSI AKHIR TAHUN 2020

16 Desember 2020

 

1.    Berdasarkan Economic Outlook 2020 pada akhir tahun 2019, Pemerintah Indonesia merumuskan fokus belanja pemerintah pada tahun 2020 yakni akselerasi pembangunan infrastruktur; penguatan program dan perlindungan sosial; SDM yang berkualitas; Birokrasi yang efisien, melayani dan bebas korupsi; sekaligus Antisipasi Ketidakpastian Ekonomi Global dan Domestik.

2.    Pertengahan November 2019, virus mematikan, corona mulai menyebar dari Wuhan menjadi alarm bagi seluruh dunia. Tanggapan Indonesia? Sebagian pihak menanggapi virus ini dengan biasa saja tanpa research untuk mengetahui. Dan patut diakui, kita lambat, gagap dan kalap menghadapi Covid—19. Akibatnya, keputusan-keputusan besar kurang tepat sasar, baru pada 13 April 2020, Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non-Alam Penyebaran CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) Sebagai Bencana Nasional, dikeluarkan.

3.    Jika setiap kita ditanya apakah kita sanggup memulai tahun yang sama seperti tahun 2020? Jawaban tentu beragam tetapi mungkin saja tersirat bahwa tahun 2020 adalah tahun yang berat, tahun yang membuat kita belajar dan menyadari bahwa kemanusiaan diuji berhadapan dengan bermacam krisis. Covid-19 menjadi tantangan terbesar sepanjang tahun ini.

4.    Tahun 2020 adalah tahun penuh adaptasi dan bertahan. Covid-19 berdampak di setiap sektor. Dari unit terkecil, keluarga, sampai satu kesatuan sebagai bangsa, tugas kita adalah saling menjaga. Kita belajar bahwa di atas semua upaya melawan pandemi, kemanusiaanlah yang utama. Kemanusiaan yang seharusnya menjadi tempat pertama dalam setiap kebijakan.

5.    Per hari ini, data Covid 19 yang disampaikan setiap hari oleh Satgas Covid 19 masih belum menunjukan tanda melandai. Kementerian Kesehatan pada 10 Desember 2020, mencatat bahwa tingkat positif di Indonesia saat ini mencapai 14,3%, dengan demikian kita harus mengakui bahwa kondisi pandemi di Indonesia tidak terkendali.

6.    Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Berbagai negara juga mengalami peningkatan. Bahkan, beberapa negara Eropa kembali mengambil langkah drastis melakukan pembatasan ketat.Menghadapi situasi ini, kewaspadaan tinggi harus menjadi sikap bersama antara pemerintah dan masyarakat. Kita belum mampu mengendalikan penyebaran Covid-19. Ancaman peningkatan penularan semaki nyata.  Untuk itu, semua pihak harus bersatu dan melakukan langkah secara terpadu.

7.    Data yang ada menyebutkan bahwa di saat kita memerlukan penerapan protokol kesehatan yang ketat, kedisiplinan masyarakat malah merosot. Semua pihak bertanggungjawab dan perlu melakukan upaya ekstra untuk mengembalikan disiplin.

8.    Hari ini kita melakukan refleksi bersama. Kita mendengarkan ragam persepsi tentang tahun 2020 dari pendidik, budayawan, filsuf dan pemerhati keamanan. Kita jadikan catatan untuk berbenah.

9.    Et lux in tenebris lucet. And the light shine in the darkness. Bahwa selalu ada proses pemaknaan di setiap peristiwa. Cahaya itu bersinar terang dalam kegelapan. Mari berproses bersama memaknai peristiwa untuk berbenah dan bertumbuh.

***

Narasumber:

- KH Dr. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum (Ketua Umum Ikatan Sarjana NU)

- Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Pendidik)

- Dr. Connie Rahakundini Bakrie (Akademisi dan Pengamat Pertahanan Keamanan)

- Romo Dr. Haryatmoko, SJ (Budayawan/Filsuf)

 

Highlight: