FDD12

Edisi 63: Upaya Menyelamatkan Anak Indonesia Dalam Pandemi

Tidak dapat dipungkiri, pandemi membawa dampak luar biasa dalam setiap aspek kehidupan masyarakat terutama pada keselamatan jiwa anak serta masa depannya. Tingkat kematian akibat virus Corona pada anak-anak dan balita (mencapai 1,2% dari jumlah 60.582 jiwa (data yang disajikan Satgas Covid-19 per 4 Juli 2021) atau sekitar 726 anak. Demikian pula presentase kasus positif pada kategori anak di level 2,9%. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam keterangan di media nasional menyebutkan rendahnya test & tracing pada anakanak menjadi salah satu penyebab yang berkontribusi pada jumlah kematian pada anak dan balita. Selain juga rendahnya pemahaman orang tua terhadap bahaya terpaparnya virus pada keluarga terdekat mereka serta keterbatasan fasilitas kesehatan khusus anak dan balita.

Keprihatinan public mencuat menilik trend kasus terkonfirmasi yang terus meningkat hingga penambahan 27.233 kasus baru (tanggal 4 Juni 2021), artinya terjadi peningkatan hingga 10x dari penambahan kasus per hari yang pernah dicatat di 2.385 orang pada pertengahan Mei 2021. Langkah strategis pemerintah berupa kedaruratan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi penting sebagai agenda prioritas yang didukung setiap elemen masyarakat. Percepatan vaksinasi pada publik menjadi harapan baru untuk mencapai kondisi herd immunity. Rekor baru vaksinasi di atas 1 juta per hari patut diapresiasi dan dijaga keberlangsungannya hingga minimal 70% populasi terpenuhi.

Vaksinasi pada anak dan balita seharusnya menjadi fokus berikutnya setelah kategori umur lansia dan profesi pelayanan publik. Vaksinasi ini selain upaya dalam bidang kesehatan, dapat menjadi pijakan awal yang penting untuk dapat melakukan normalisasi kegiatan pendidikan yang terhambat di masa pandemi. Terbitnya rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau FORUM DISKUSI DENPASAR 12 Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan persetujuan penggunaan Vaksin COVID-19 produksi PT. Biofarma (Sinovac) untuk kelompok usia > 12 tahun dari BPOM tertanggal 27 Juni 2021, menjadi kabar menggembirakan sebagai modal untuk memulai program vaksinasi pada anak.

Beberapa hal penting dan mendesak perlu dipersiapkan dalam menjalankan program vaksinasi anak, pertama ketesediaan vaksin dalam jumlah yang cukup untuk menjangkau populasi anak-anak secara nasional, tata Kelola pelaksanaan yang baik serta aman untuk menghindari tempat vaksinasi menjadi klaster penyebaran Covid yang justru mengancam keselamatan jiwa anak dan tidak kalah pentingnya adalah sosialisasi program vaksinasi anak. Sosialisasi menjadi ujung tombak untuk mengikis resistensi Sebagian kelompok masyarakat terhadap vaksinasi.

Merespon kondisi di atas, kami mengundang bapak/ibu untuk ikut dalam diskusi terbatas bersama para pengambil kebijakan dan pakar guna mendapatkan masukan/informasi yang akan dirangkum sebagai rekomendasi kepada pihakpihak terkait.