Rabu, 18 Juli 2018
ayogerak, akuwanita, suara perempuan
Wanita juga bisa berkarya ataupun berkarir terlepas dari perihal rumah tangga. Bukan hal yang tidak mungkin jika ada komunikasi yang baik dengan pihak keluarga.
Wanita pun ingin berdaya untuk membuktikan bahwa ia mampu melakukan yang dilakukan seorang pria. Jika berhubungan dengan keluarga kunci utamanya adalah membagi waktu. Hal tersebut bisa berjalan bersama tanpa mengorbankan salah satu antara menjadi wanita karir atau seorang ibu. Pembagian yang tepat antara waktu berkarir dengan menjadi ibu adalah kunci utama.
Membagi porsi antara pekerjaan dan waktu bersama keluarga, dengan cara tidak membawa perihal pekerjaan ke ranah keluarga, agar dapat meluangkan waktu untuk sekedar bercengkrama dengan anak-anak atau suami.
Selain itu, anda juga dapat memanfaatkan hari libur ataupun akhir pekan untuk keluarga, bersosialisasi dan diri sendiri. Hal lain yang dapat anda lakukan adalah dengan mengajak anak anda ke kantor jika anda diharuskan bekerja di akhir pekan.
Memang dilema antara menjadi wanita karir atau menjadi ibu, tapi anda bisa mulai menata pembagian waktu diri dan keluarga dan di diskusikan dengan keluarga lebih lanjut perihal keinginan anda untuk berdaya.
Dunia wanita tidak hanya berurusan dengan panci, pakaian kotor dan lantai kotor. Wanita bisa menjadi apapun yang mereka inginkan, berdaya untuk diri dan keluarga, menjadi ibu sekaligus ayah. Namun kebebasan wanita untuk memilih role nya haruslah difikirkan dengan bijak, karena menjalankan peran yang berbeda harus mampu menyeimbangkan pikiran dan perasaan.
Menjadi ibu dan berkarir siapa takut ?